Artikel Pilihan

Akhir Zaman Unik Kisah Islami

Produk Terbaru

Suasana Ramadhan Buat Putri Ku Tersayang

Publikasi Sabtu, 27 Juli 2013
Suasana Ramadhan Buat Putri Ku Tersayang

Ramadhan kali ini sungguh indah. Bagaimana tidak, sehari sebelum Ramadhan dimulai kami mendapat kabar yang begitu menggembirakan hati, yakni kehamilan istriku. Dan ini artinya putriku yang sekarang berusia 9 tahun jalan, akan segera mendapatkan seorang adik bayi. Inilah yang diinginkannya, dan dia selalu berdoa kepada Allah supaya segera mendapatkan seorang adek, begitu seperti yang sering dia katakan. Mungkin dia melihat teman-temannya yang ramai dalam satu keluarga, sedangkan dia hanya sendiri. Jadi, namanya juga anak-anak yang selalu lebih menyenangi suasana ramai.

Hal ini menjadi sebuah penyemangat buat putri ku bagaimana dia harus menjadi lebih dewasa dan tidak boleh manja lagi, soalnya sebentar lagi dia akan segera punya adik. Saya dan istri selalu mengingatkan, kalau nanti adeknya udah lahir, dia harus bisa momong, bisa menggendong, bisa ngajarin adiknya dalam banyak hal sambil main bersama. Dia sangat antusias mendengarkan sambil senyum-senyum setiap kali kami membicarakan hal ini, terlihat jelas dia begitu senang akan mendapatkan seorang adik.

Ini juga yang menjadi salah satu penyemangat buat dia sehingga sampai hari ke 18 bulan Ramadhan ini belum ada satu pun puasanya yang batal, padahal Ramadhan tahun lalu dia hanya mendapatkan 1 hari puasa, yang lainnya bolong semua. soalnya saya dan istri selalu mengingatkan kalau dia sekarang sudah besar, sebentar lagi punya adik, nanti harus bisa ngajarin adiknya, ngajarin puasa, ngajarin sholat, ngajarin baca, ngajarin berhitung dan lain-lain.

Suatu kebetulan juga pada hari ke 10 puasa kali ini, saya mendapatkan sebuah tablet karena memenangkan salah satu kontes blog dengan kategori pemenang pavorit. Hadiah ini tentu saja saya berikan kepada putri ku sebagai hadiah tambahan karena dia puasanya belum ada yang bolong. Nah, sejak punya tablet baru, makin semangat deh puasanya, yang tadinya ngabuburit sambil nonton TV sekarang ganti ngabuburit sambil main gadget barunya. Jadi makin gak terasa, tahu-tahu udah waktunya berbuka, begitu katanya.

Sebelumnya saya sudah janji kalau dia puasanya full alias gak ada bolong-bolongnya nanti mau di belikan sepeda baru. Ini juga menjadi sebuah penyemangat buat dia. Yup, banyak sekali hadiah penyemangat Ramadhan kali ini buat putriku. Hadiah pertama dari Allah langsung dia bakal dikasih adik yang lucu, hadiah kedua sebuah tablet yang canggih, hadiah ketiga pastinya bakal dapet baju lebaran, hadiah keempat mau dibelikan sepeda baru sama ayah kalau puasanya full. Tapi kami selalu menjelaskan kepadanya, ada satu hadiah lagi yang paling besar dan paling penting yaitu Syorga yang Allah janjikan bagi orang-orang yang selalu mengikuti perintah Allah seperti menjalankan puasa. Dan kami juga selalu mengingatkan supaya niat puasanya bukan karena mau sepeda, bukan juga karena mau dapet baju lebaran, tapi niat puasanya harus karena Allah. Karena pada dasarnya semua hadiah itu datangnya dari Allah, tapi diberikan melalui ayah, ibu atau yang lainnya. Dengan kata lain, Allah telah menjanjikan syorga buat orang-orang yang berpuasa, dan apa yang kita dapatkan hari ini anggap saja sebagai bonusnya.

Ada suasana yang baru dalam setiap sesuatu yang baru dalam kehidupan manusia, seperti ada suasana yang baru ketika kita beranjak dewasa, suasana yang baru ketika kita menikah, dan suasana yang baru ketika kita mendapatkan seorang anak. Dan semua itu adalah nikmat yang sangat berharga yang didatangkan oleh Allah kepada kita yang sepatutnya kita syukuri.

Anak-anak kita adalah harta terindah yang Allah berikan kepada kita, jadi sepatutnya harta itu kita jaga, kita tempatkan pada suasana yang aman, nyaman dan penuh kasih sayang. Bukan sebaliknya justru menjadikan mereka sebagai sebuah alat untuk mendapatkan simpati orang lain untuk mendapatkan keuntungan pribadi seperti beberapa kasus yang yang pernah saya baca di TerasPos.com dimana anak-anak bertebaran di jalanan sebagai peminta-minta. Mirisnya lagi ketika mendapati mereka justru di suruh oleh kedua orang tua mereka untuk melakukan itu. Lihat info selengkapnya disini: http://nasional.teraspos.com/read/2013/07/25/55913/mensos-anak-jangan-dikorbankan-ke-jalanan.

Jalanan bukan tempat yang tepat buat mereka, kehidupan yang keras sangat tidaklah cocok dengan jiwa mereka dan mental mereka yang masih memerlukan banyak bimbingan dan sentuhan kasih sayang.

Saya selalu mengingatkan kepada putriku supaya tetap bersyukur dengan semua nikmat yang telah didatangkan Allah, salah satunya adalah bahwa dia masih jauh lebih beruntung jika dibandingkan dengan teman-teman seusianya yang banyak bertebaran di jalan-jalan untuk bertahan hidup. Semoga pesan dalam tulisan ini bisa tersampaikan khususnya buat mereka yang telah menempatkan anak-anaknya dalam suasana yang salah.

Artikel

Baca Artikel Lainnya

Review Product

LATEST BLOGS

Jasa Pengiriman
Bank Transfer

Subscribe to our Newsletter!

Copyright © 2018 Dayoo.site - All Rights Reserved
%50
+100
$100000
$1250000
$200000
$500000
Akhir Zaman
Alam
Animal
artikel
Bisnis
Bisnis Online
Blogger
Blogspot
Book
Buku
Cerita
Crypto Currency
Digital
Domain dan Hosting
Edukasi
Entertainment
Gadget
Hacking
Industri
Internet
Islami
Kisah Islami
Komputer
Kuliner
Laptop
Most
Online Shopping
Otomotif
produk
Properti
Puisi
Smartphone
Software
Sponsors
Termux
Tips dan Triks
Toko Online
Travel
Tutorial
Unik
Video
Wazzub
Woocommerce